Sejarah Spotify Yang Jarang Diketahui

Spotify sebagai platform hiburan yang menyajikan music seta podcast secara online dengan legal tentu bukan sesuatu yang asing lagi.

Karena, Spotify kini sudah menjadi salah satu aplikasi yang wajib untuk diinstall di smartphone. Di awal peluncurannya, perusahaan Spotify mulai dibangun oleh Daniel Ek, Martin Lorentzon, serta Maria Giovani di Stockholm, Swedia pada 2006.

Penggunaan nama Spotify merupakan gabungan dari dua kata yaitu Spot dan Identify. Selang dua tahun tepatnya pada 7 Oktober 2008, barulah Spotify mulai diresmikan dengan menyediakan akun gratis terlebih dulu.

Di tahun yang sama pula, mereka mulai menggandeng label – label music besar untuk kerja sama lisensi.

Dari Swedia Spotify memulai layanannya di Inggris pada Februari 2009. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan membuka pendaftaran gratis dan keadaan ini langsung membuat Spotify semakin melonjak, apalagi setelah adanya perilisan layanan seluler.

Sayangnya, pada Maret 2009 Spotify mengalami protes karena adanya potensi cacat keamanan. Karena, layanan music streaming ini menyertakan anggotanya untuk memberikan informasi pribadi berupa rekening bank, alamat email, serta kode keamanannya.

Untungnya, pada Januari 2010, Spotify menerima pendanaan dari Founder Fund untuk mengembangkan bisnisnya serta mengadakan kerja sama dengan label – abel music terbesar di seluruh dunia.

Setelah itu, Mei 2010 perusahaan berlogo warna hijau dan hitam ini mengumumkan adanya dua akun yang tersedia.

Kedua akun tersebut dikhususkan untuk para penggunanya di mana Spotify gratis dengan fitur terbatas serta Spotify premium untuk akses yang tidak terbatas.

Seiring dengan perkembangannya, Spotify mengumumkan bahwa mereka telah memiliki satu juta pelanggan di seluruh Eropa pada 2010.

Lalu, untuk membatasi akses pengguna Spotify gratis, Spotify melakukan pengurangan terhadap jumlah music yang bisa didengarkan pada April 2011.

Hal ini dilakukan untuk mendorong pengguna Spotify gratis beralih kea kun premium yang berbayar. Di tahun yang sama mereka juga melakukan penghapusan terhadap iklan – iklan yang muncul dari eksternal.

Pasalnya, risiko terhadap peretasan tidak dapat dihindari jika iklan tersebut selalu muncul di Spotify. Dengan banyaknya keuntungan yang telah didapatkan selama perjalanannya, Spotify kemudian memulai negosiasi pada September 2011 untuk memasuki pasar Amerika Serikat.

Sayangnya, hal ini mendapatkan penolakan dari empat perusahaan rekaman terbesar. Barulah kemudian pada November 2011 Spotify mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak di Amerika Serikat untuk bekerja sama.

Kerja sama ini termasuk Rolling Stone, The Guardian, Soundrop, serta Last.FM. Masih di tahun yang sama, aplikasi Spotify memungkinkan pihak ketiga untuk ambil bagian di layanan ini. Beberapa fitur ditambahkan seperti sinkronisasi lirik, ulasan musik, serta kurasi playlist.

Sejarah Spotify yang terus berkembang membuatnya berhasil meraih pemasukkan dalam jumlah besar. Pada Agustus 2012, Time melaporkan bahwa ada empat juta pelanggan berbayar dengan keuntungan mencapai 20 juta Euro setiap bulannya.

Dengan begitu, Spotify kemudian mengembangkan beragam fitur tambahan seperti layanan pesan serta explore yang memungkinkan seorang pengguna mencari lagu – lagu lain yang diinginkannya sesuai genre, mood, dan aktivitas.

Fitur pesan sendiri dibuat agar para pengguna bisa berkirim pesan ke pengguna lainnya. Pada April 2013, Spotify pun hadir di Apple App Store, Google Play Store, serta Windows Phone Store.

Setelah itu, ada berbagai perusahaan yang diakuisisi oleh Spotify untuk menguatkan keberadaannya sebagai layanan music streaming online yang kita nikmati hari ini.

Itulah perkembangan Spotify hingga saat ini. Semoga bermanfaat.