Gmail menjadi salah satu layanan email atau surat elektronik (email) paling populer ketika ini, melampaui Yahoomail dan Hotmail yang lebih dahulu berjaya.

Layanan email dari Google ini juga mencatatkan sejarah pada awal kemunculannya, kendati sempat diragukan lantaran dianggap lelucon karena tawarannya yang tak masuk akal.

(1 April 2014) dalam tulisan berjudul “How Gmail Happened: The Inside Story of Its Launch 10 Years Ago” yang ditulis Harry McCracken, kabar bahwa Google akan meluncurkan layanan email free pada 1 April 2004 terbukti telah bocor sehari sebelumnya.

Namun, banyak pihak meragukan kebenaran mengenai fasilitas yang kabarnya bakal diberikan layanan email terupdate itu.

Konon, email terbitan Google akan menyediakan kapasitas penyimpanan sebesar 1 gigabyte (GB) untuk 1 akun pengguna, atau 500 kali lipat dari yang selama ini disediakan Hotmail dari Microsoft.

“Jadi, ketika Google mengeluarkan rilis tanggal 1 April [2004], banyak orang yang menganggapnya sebagai tipuan yang sangat bagus, termasuk saya,” tulis McCracken.

Keraguan publik itu dimengerti oleh Paul Buchheit, sang perancang layanan email keluaran Google. Kapasitas 1 GB untuk tiap akun tentunya menjadi hal yang nyaris mustahil. Pasalnya, kala itu layanan email free hanya memberikan ruang penyimpanan sebesar 1 atau 2 megabyte (MB) saja.

“Banyak orang menganggap itu tak kongkrit. Mereka pikir itu hanya lelucon, mungkin karena kami meluncurkannya pada 1 April [bertepatan dengan April Mop]. Mereka berdaya upaya bahwa itu tak mungkin,” kenang Buchheit terhadap Jessica Livingston dari TechinAsia (24 Agustus 2018).

Walhasil, pada 1 April 2004, Google e-Mail alias GMail sah diluncurkan. Dan, kabar yang dianggap hoaks itu terbukti benar adanya, bukan lelucon di April Mop. Gmail benar-benar memberikan ruang 1 GB terhadap tiap penggunanya.

Buchheit mengakui tak mudah untuk menjadikan hal tersebut. “Ini dapat sedikit kompleks karena banyak data seandainya Anda benar-benar menghitungnya. Anda mempunyai jutaan pengguna dan mereka semua mempunyai banyak data,” bebernya.

“Kemudian, untuk membuat cara ini benar-benar andal, Anda perlu menyimpan beberapa salinan data, cadangan, dan semuanya. Itu memerlukan banyak penelitian.”

“Banyak mesin dan banyak cara untuk membuat semua itu bekerja tanpa memerlukan sepasukan orang untuk mempertahankan cara dan membuatnya konsisten berjalan,” imbuh Buchheit.

Gmail bahkan mulai memberikan persaingan terhadap Hotmail dan Yahoomail yang kala itu masih lebih dominan.

Dari waktu ke waktu, Gmail terus membenarkan serta meningkatkan layanannya di berbagai lini, dari fasilitas, keamanan, kemudahan, dan lainnya, termasuk menyediakan aplikasi lintas platform yang dapat diakses melewati berbagai perangkat.

Kapasitas penyimpanan 1 GB saja sempat bikin heboh, dan Gmail kembali menggebrak dengan memperbesarnya sampai 10 GB pada 24 April 2012.

Layanan ini kemudian digabungkan dengan ruang khusus penyimpanan online bernama Google Drive. Sebagian bulan berselang, penerapan Gmail telah didukung 57 bahasa.

Sekarang, Gmail menjadi salah satu layanan email paling populer sejagat dan paling banyak diterapkan. Tanggal 26 Oktober 2018, melewati Twitter, Gmail mengumumkan jumlah pengguna aktifnya telah menembus angka 1,5 miliar dan masih akan terus bertambah.

Coba bandingkan, contohnya, dengan Hotmail yang hanya mempunyai pemakai aktif sebanyak 400 juta pada awal tahun yang sama, atau Yahoomail dengan 227,8 juta pengguna aktifnya sampai pertengahan 2018.

Seiring kian besarnya kebutuhan manusia akan layanan digital yang cepat, mudah, komplit, dan andal, Google telah menyediakannya melewati tipe fasilitas yang cakap menjawab semua kebutuhan itu, termasuk dengan Gmail yang terus membesar kendati awalnya sempat diragukan.

Leave a Comment