Ketertikatan media sosial

Kita sebagai para pengguna media sosial tidak pernah sadar sudah berapa jam dalam sehari kita menggunakan media social seperti Instagram, Facebook, Youtube, dan lainnya.

Namun, pernahkah kalian berpikir bahwa mengapa kita bisa menghabiskan waktu bermain media social dalam seharinya? Ternyata, banyak ilmuan yang mengatakan bahwa media social mempengaruhi sisi psikologi manusia yang dimana mereka memiliki tempat tersendiri di bagian otak manusia.

Dimana pada saat kita bermain media social hal itu dapat memuaskan otak kita sendiri. Dengan begitu, kita yang sudah menggunakan social media secara tidak langsung akan merasa candu karena hal tersebut dapat memuaskan perasaan kita.

Banyak para peneliti yang terus mencari alasan mengapa para pengguna media social sangat ketagihan untuk menggunakan media social dalam kesehariannya walaupun dalam 55% pengguna percaya bahwa media social adalah sumber informasi.

Informasi tersebut dapat bersifat umum dan juga khusus dan dalam hal itu jika mereka tidak aktif dalam mengikuti informasi atau berita yang ada maka akan mengurangi pengetahuan mereka tentang hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Hal ini berhubungan dengan salah satu jenis sindrom yang dimana para pengguna media social percaya jika mereka tidak aktif dalam menggunakan media social akan membuat mereka kurang mendapatkan informasi yang terbaru setiap harinya.

Ada juga fakta mengatakan bahwa kaum wanita mengakui bahwa mereka menemukan sesuatu yang menghibur dalam media sosial. Setengah dari mereka mengaku bahwa memang tidak bisa lepas dari media sosial dan banyak faktor dibelakang ini.

Fakta dari laki-laki adalah mereka suka dengan sosial media karena bisa mencari hiburan seperti informasi seputar olahraga, sepak bola, game, bahkan sampai informasi Taruhan Situs Slot Terpercaya.

Lantas apa sih sebenarnya yang mereka lakuka di media sosial? Contohnya adalah saat seseorang melihat story Instagram dari pengguna lain lalu mereka memberikan aksi like,comment, dan share pada konten tersebut.

Dan hal itu bisa dilakukan secara sadar ataupun tidak sadar. Biasanya, disaat seseorang melakukan aksi itu karena konten tersebut menarik dan informatif.

Namun, bukan hanya itu ada juga yang membuat kita menyukai konten tersebut dikarenakan orang tersebut juga menyukai konten kita seperti halnya timbal balik.

Dalam hal ini secara tidak sadar kita merasa memang harus sekali memberikan like karena mereka pun seperti itu kepada kita dan hal ini memicu salah satu mengapa kita bisa secara tidak sadar menggunakan media sosial.

Namun, mengapa kita terkadang suka menggunakan fitur share di media sosial? Alasan pertama adalah dimana kita ingin memberikan informasi yang memang benar-benar penting melalui media sosial.

Dan hal ini bisa mempererat hubungan kita dengan pengguna lainnya yang memiliki ketertarikan dengan informasi tersebut.

Namun, alasan kedua adalah dimana kita memang ingin memamerkan sesuatu yang halnya bisa jadi penting bisa juga tidak penting bergantung bagaimana orang lain menilainya.

Contohnya pada saat kita membagikan informasi mengenai dampak buruk dari narkoba, maka secara tidak langsung kita memberikan informasi dan membuat gambaran tentang diri kita yang tidak menggunakan narkoba

Kesimpulannya adalah, bukan hanya informasi dari media sosial yang bisa membuat kita candu, melainkan ada sisi psikologi yang membuat otak kita dirasa membutuhkan media sosial.

Dalam hal ini, kita sadar bahwa media sosial tidak hanya sebagai media informasi atau komunikasi melainkan bisa digunakan dalam dunia bisnis ataupun hiburan semata.

Nah, itulah alasan mengapa kita tidak bisa lepas dari media sosial. Semoga bermanfaat.