China Gugat Tencent Mengenai Youth Mode di Aplikasi Wechat

China Gugat Tencent Mengenai Youth Mode di Aplikasi Wechat

China Gugat Tencent Mengenai Youth Mode di Aplikasi Wechat – Sesuai dengan informasi yang didapatkan dari Jaksa Beijing bahwa Tencent akan digugat perihal aplikasinya Youth mode yang ada para aplikasi layanan yang dibuatnya pada Media Sosial Wechat.

Semua itu didasarkan pada aplikasi Youth Mode yang dimana bisa digunakan dalam hal mengurangi penggunaan untuk fungsi pembayaran dan juga layanan game yang saat ini sedang ada.

Negara China Gugat Tencent Mengenai Youth Mode di Aplikasi Wechat

China Gugat Tencent Mengenai Youth Mode di Aplikasi Wechat

Ini juga diungkapkan dan dilansir pada The Verge news yang juga menyampaikan kebenaran hal itu namun tak menjelaskan secara rinci untuk jenis dan bagaimana gugatan itu dilakukan.

Pemerintah China secara resmi melarang dan menyebutkan bahwa game online merupakan sesuatu yang dilarang dan juga ilegal dikarenakan bisa memberikan efek ketagihan ataupun candu.

Sampai saat ini dari Pihak Tencent pun masih belum memberikan konfimrasi secara jelas dan juga komentar mereka perihal masalah ini. Namun langkah awalnya dari Tencent sendiri telah memberikan sebuah kebijakan untuk mengurangi waktu memainkan game Honor of Kings yang disebut juga game Arena of Valor (AoV) untuk semua gamers berusia dibawah 18 tahun.

Jelas sebuah gugatan perdata ini juga bisa memberikan efek yang sangat luas bagi penggunaan wechat di seluruh China untuk kedepannya. Dan hal itu juga merupakan sebuah peringatan keras dari Pemerintah China untuk aplikasi yang mereka buat ini.

China Gugat Tencent Mengenai Youth Mode di Aplikasi Wechat

Dari perusahaan media sosial Wechat sendiri pun sedang proses melakukan penyelidikan terhadap fungsi dari Youth Mode yang dimana sangat sensitif dan bisa memberikan efek candu bagi orang yang memainkannya sesuai dengan kebijakan dari Pemerintah China (ikutin juga artikel selanjutnya mengenai https://www.sartreuk.org/perkembangan-youtube/).

Sebagai informasi saja bahwa pada Awal April 2021 yang laluĀ  China juga memberikan denda yang terbilang besar dengan jumlah 2,8 mjiliar Dollar AS atau berkisar antara Rp 40,2 triliun untuk perusahaan Alibaba Group dikarenakan masalah monopoli.

Jelas hal itu pun kemudian memberikan dampak yang sangat besar bagi berbagai industri digital Tiongkok dikarenakan berseberangan dengan Pemerintah China yang semakin mau melindungi konsumen, persaingan pasar dan juga perusahaan kecil.